Rabu 17 Desember 2014
ARTIKEL
PENGENALAN KOMPUTER
APAKAH PEMBELAJARAN KOMPUTER PADA ANAK USIA DINI SUDAH
DIPERLUKAN PADA SAAT SEKARANG??
A.
Pembelajaran
Komputer itu Penting
Pendidikan anak usia dini yang baik
dan tepat dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan. Terlebih pembelajaran
tersebut menyangkut tentang pengenalan komputer sejak usia dini ini yang sangat
di anjurkan karena dengan teknologi yang serba canggih pada saat sekarang ini
berbagai informasi dunia dapat di akses melalui tangan kita. begitu juga dengan
anak-anak sebagai penerus generasi bangsa kita yang memerlukan pengenalan
komputer sejak dinilah yang paling tepat di ajarkan. Salah satu tugas penting
yang harus dilaksanakan oleh pendidik anak usia dini adalah menyiapkan anak
didik agar dapat hidup di masa depan dengan lebih baik. Diperkirakan pada masa
depan nanti penggunaan teknologi akan semakin mendominasi kehidupan kita. Untuk
itu semenjak dini pendidik perlu mengenalkan teknologi tersebut kepada anak
didik Karena penguasaan teknologi dimasa depan akan menentukan kejayaan sebuah
bangsa. Begitulah pesan yang disampaikan oleh Profesor Sandralyn Byrnes,
Australia’s & International Teacher of the Year saat seminar kecil di acara
Giggle Playgroup Day 2011, gelaran Miniapolis & Giggle Management, Jumat,
11 Februari 2011 lalu. Usia tiga dan empat tahun adalah
usia yang siap untuk mengeksplorasi komputer (Haugland, 2000). Mereka
membutuhkan banyak waktu untuk bereksperimen dan eksplorasi. Pada awalnya
anak-anak menggunakan komputer dengan bantuan orang dewasa. Mereka lebih
perhatian, lebih minat dan berkurang frustasinya ketika orang dewasa ada
bersamanya. Selanjutnya bantuan dan supervisi orang dewasa menjadi minimal
karena mereka sudah bisa mengoperasikan komputer
Penelitian menunjukkan bahwa bagi
anak usia 3 dan 4 tahun, komputer memiliki manfaat dalam mempertinggi kreativitas,
intelegensia, keterampilan nonverbal, pengetahuan struktural, ingatan jangka
panjang, kecekatan tangan, keterampilan verbal, penyelesaian masalah abstraksi,
keterampilan konseptual dan harga diri. Sedangkan untuk anak taman kanan-kanan
dan SD awal adalah meningkatkan keterampilan motorik, mempertinggi berpikir
matematis, meningkatkan kreativitas, skor tes yang tinggi pada berpikir kritis
dan penyelesaian masalah, effectance motivation –keyakinan bahwa mereka dapat
merubah atau mempengaruhi lingkungan mereka, serta meningkatkan skor penilaian
bahasa (Haugland, 2000).
Untuk memperkuat anggapan bahwa anak
usia dini perlu sekali belajar komputer sejak dini bisa kita lihat dari analisa
Dr. Glenn Doman dimana dalam bukunya yang berjudul How to Multiply Your Child’s
Intelligence menyatakan bahwa : ‘Semua bayi dalam perkembangan berikutnya akan
ditentukan pada usia enam tahun pertama dari hidupnya.”
Dalam penelitiannya, Doman menemukan bahwa sebagian besar anak belajar diantara usia 1 sampai 6 tahun dengan menyerap segala sesuatu yang diajarkan kepada mereka. Pengajaran yang diperoleh anak pada usia ini akan menentukan nilai-nilai atau keterampilan yang akan mereka miliki di masa mendatang. Berdasarkan atas penemuan di atas, adalah penting bagi kita untuk memperkenalkan anak-anak kepada komputer ketika mereka masih dini, misalkan ketika mereka masih berusia 18 bulan. Tetapi pada usia ini, mereka masih belum bisa menggunakan komputer. Di atas usia 18 bulan, anak–anak masih mencoba menguasai perkembangan keterampilan fisik dasar seperti merangkak,berjalan dan berbicara. Kita hanya dapat memberikan pengenalan kepada mereka sampai sejauh penglihatan dan perasaan mengenai komputer. Dengan demikian kita bisa menanamkan benih perhatian pertama dalam pikiran anak-anak.
Dalam penelitiannya, Doman menemukan bahwa sebagian besar anak belajar diantara usia 1 sampai 6 tahun dengan menyerap segala sesuatu yang diajarkan kepada mereka. Pengajaran yang diperoleh anak pada usia ini akan menentukan nilai-nilai atau keterampilan yang akan mereka miliki di masa mendatang. Berdasarkan atas penemuan di atas, adalah penting bagi kita untuk memperkenalkan anak-anak kepada komputer ketika mereka masih dini, misalkan ketika mereka masih berusia 18 bulan. Tetapi pada usia ini, mereka masih belum bisa menggunakan komputer. Di atas usia 18 bulan, anak–anak masih mencoba menguasai perkembangan keterampilan fisik dasar seperti merangkak,berjalan dan berbicara. Kita hanya dapat memberikan pengenalan kepada mereka sampai sejauh penglihatan dan perasaan mengenai komputer. Dengan demikian kita bisa menanamkan benih perhatian pertama dalam pikiran anak-anak.
Komputer memiliki dampak bagi anak
ketika Komputer memberikan pengalaman konkret, anak-anak bebas menggunakan dan
mengontrol pengalaman belajar tersebut, anak dan guru belajar bersama, guru
mendorong pengajaran teman sebaya dan guru menggunakan komputer untuk
mengajarkan gagasan-gagasan yang sangat kuat. Banyak penelitian yang
menunjukkan bahwa computer memiliki manfaat bagi pengembangan potensi anak usia
dini. Tidak ada salahnya jika komputer menjadi salah satu alternative –tanpa
mengesampingkan bahan-bahan tradisional lainnya—dalam pendidikan anak usia
dini. Karena usia dini merupakan usia kritis untuk mengembangkan
potensi-potensi yang dimiliki anak sehingga perlu difasilitasi agar memperoleh
hasil yang optimal.
Salah satu karakteristik penting pada anak usia dini
adalah rasa keingintahuan yang sangat besar. Seringkali mereka banyak bertanya
untuk mengetahui banyak hal yang menarik bagi mereka. Sebagai pendidik kita
tidak boleh bosan dengan banyak pertanyaan yang mereka ajukan. Terlebih jika
hal-hal yang mereka ingin ketahui termasuk hal yang baru untuk mereka. Karena
proses belajar pada hakikatnya diawali dengan rasa ingin tahu yang ada dalam
diri seseorang. Tanpa adanya rasa ingin tahu, seseorang tidak akan pernah
tertarik untuk belajar. Dan pengalaman belajar akan sangat berkesan jika anak
melakukan langsung (hand on). Ajaklah anak untuk mengamati, melihat dan
menyentuh langsung obyek yang akan dipelajari. Untuk itu tentu saja guru harus
menyediakan perangkat komputer sebagai media pembelajaran.
Pembelajaran tentang teknologi komputer pada anak usia
dini dilakukan hanya sebatas mengenal perangkat komputer sebagai teknologi yang
dapat membantu pekerjaan manusia. Anak usia dini perlu mengetahui potensi yang
dapat dimanfaatkan oleh perangkat komputer yang memudahkan kerja kita semua.
Penjelasan tentang teknologi komputer ini hendaknya dilakukan dalam suasana
menyenangkan dan dengan bahasa yang sederhana pula. Pengenalan potensi komputer
untuk pembelajaran anak usia dini dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran
berupa menggambar dan bernyanyi. Misalnya dengan program aplikasi Power Point
guru dapat mengajak anak untuk menggambar obyek dan mewarnainya. Ajaklah anak
untuk belajar menggeser mouse, menggambar dan mewarnainya. Hasil pekerjaan anak
akan terlihat pada layar monitor. Anak dapat mem-print out hasilnya dan
menyimpannya sebagai dokumen portofolio
Dengan potensi multimedia yang dimiliki komputer juga
dapat digunakan untuk memainkan program musik dan mengiringi anak-anak
bernyanyi. Disamping itu guru juga dapat mengajak anak untuk memutar film-film
pendidikan.Hal ini tentu saja sesuai dengan karakteristik perkembangan anak
usia dini yang berada dalam tahapan praoperasional dimana anak belum mampu
berpikir secara abstrak. Dengan pemanfaatan berbagai program aplikasi secara
tepat akan dapat membantu anak memahami materi belajar dengan lebih baik.
Misalnya dalam pengenalan huruf dan angka, guru dapat memanfaatkan program
power point untuk merancang pembelajaran. Sebagai sebuah teknologi, penggunaan
komputer untuk keperluan pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan juga
keterbatasan.
Adapun kelebihan komputer sebagai sarana untuk belajar
antara lain:
Adapun keterbatasan komputer adalah sebagai berikut:
B.
Cara
Pengenalan Komputer Anak Usia Dini
Langkah awal dalam mengenalkan komputer pada anak usia
dini dapat dimulai dengan menceritakan tentang manfaat dan kontribusi komputer
terhadap kehidupan manusia. Komputer digunakan untuk mendukung banyak tugas dan
pekerjaan manusia. Contoh yang dapat di sampaikan misalnya:
1) Pengatur
lalu lintas udara di bandara menggunakan komputer untuk mengatur jadwal
penerbangannya.
2) Penggunaan komputer juga berpengaruh terhadap komunikasi yang meliputi
berbicara, membaca dan menulis. Sikap positif dan meningkatnya interaksi sosial
mengarahkan pada peningkatan penggunaan bahasa
3) Dokter
menggunakan komputer untuk membantu memeriksa/mendiagnosa kondisi pasien
4) Perusahaan
percetakan menggunakan komputer untuk mengatur tata letak berita dan ilustrasi
yang terdapat dalam koran atau majalah
5) Pelajar dan
mahasiswa menggunakan komputer untuk mengetik, mencari dan memperoleh informasi
serta menyelesaikan tugas-tugas sekolah
6) Perkantoran
menggunakan komputer untuk membuat administrasi
7) Komputer
dengan kemampuan multimedia mampu menampilkan informasi secara nyata yang dapat
dimanfaatkan sebagai sarana hiburan. Misalnya untuk mendengarkan musik,
menonton film, bermain game dan sebagainya
8) Dengan
teknologi yang ada pada komputer manusia dapat terhubung secara luas dengan
seluruh jaringan yang ada di dunia. Jaringan komunikasi tersebut adalah
internet.
Cara kerja baru
dengan komputer akan membangkitkan motivasi anak dalam belajar. Mereka terlihat
antusia, memiliki rasa ingin tahu, gembira, lebih aktif, positif dan
konsentrasi yang lebih tinggi. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa
bekerja dengan komputer menghasilkan sikap positif terhadap menulis, komitkmen
yang kuar terhadap pembelajaran dan sikap yang baik terhadap guru. Hal ini
menjadi bukti bahwa dengan komputer sikap terhadap pembelajaran semakin tinggi.
Hal lain yang terjadi, yaitu mempertinggi effectance motivation yaitu
suatu tingkatan dimana seorang anak ingin mengontrol atau merubah
lingkungannya. Keingginan tersebut tentu saja berkaitan dengan sikap dan harga
diri. Secara teori, usaha untuk merubah atau menyelesaikan masalah menuntun
pada internalisasi sistem penghargaan diri dan kepada perkembangan kompetensi,
dimana mempengaruhi orientasi motivasional anak. Lingkungan komputer memberi
kesempatan untuk mengeksplorasi dan penguasaan dan ini berkontribusi pada
peningkatan effectance motivation dan persepsi diri. Sumber ini diambil di = blog sri jasma indra dan di
